3 Kunci Filosofi Perusahaan Jepang yang Membuatnya Jadi Raja

Jakarta, CNBC Indonesia РMereka meminta maaf ketika transportasi umum lebih cepat 25 detik dari waktu semestinya. Mereka tak segan menyampaikan maaf secara terbuka saat telat datang rapat meski hanya tiga menit saja. Mereka juga sangat loyal terhadap perusahaan di tempat mereka bekerja dan selalu konsisten melakukan pengembangan dan perbaikan yang terus menerus.

Lalu, apakah Anda tahu siapa “mereka”? Ya, tanpa perlu panjang lebar sudah pasti yang dimaksud adalah orang Jepang atau secara spesifik warga Jepang lintas profesi dan usia.

Sikap-sikap di atas menjadi representasi paling lugas bagaimana masyarakat dunia memandang wajah Jepang: disiplin, tak segan meminta maaf, dan bertanggungjawab. Karakter ini kemudian dianggap sebagai kebudayaan bangsa Jepang itu sendiri dan menjadi sesuatu yang menarik untuk dibahas masyarakat dunia.

Flags celebrating Reiwa, Japan's new imperial era, are displayed in Tokyo, Japan, April 30, 2019. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Pada dasarnya, Jepang adalah negara yang kaya nilai-nilai filsafat. Secara historis, filsafat Jepang merupakan perpaduan dua aspek; 1) agama lokal, Shinto, dan agama pendatang seperti Budha, Taoisme, dan Konfusianisme. Serta, 2) pengaruh filsafat Barat.

Gabungan dua aspek itu, yang dikembangkan para tokoh terkait, kemudian melahirkan ajaran-ajaran filsafat yang menjadi dasar kehidupan masyarakat hingga lintas generasi. Soal ini, tak cuma perihal kedisiplinan waktu, tetapi juga etos kerja; bagaimana orang Jepang mengurus perusahaan.

Profesor bisnis dari Gakushuin University, Toyohiro Kono, dalam riset “Japanese management philosophy: Can it be exported?”¬†(1982) menyebut ada tiga ciri filosofi manajemen ala Jepang.

Pertama, organisasi yang solid dan inovatif. Di Jepang, organisasi harus dinyatakan dengan jelas, baik itu visi, misi atau tujuan, dengan dukungan penuh para direksi. Tak cuma itu, pertumbuhan serta kesejahteraan karyawan juga harus dianggap penting. Jika dua aspek ini sudah tercapai, maka kreativitas dan inovasi bisa dilaksanakan supaya organisasi bisa menyesuaikan zaman.

Kedua, organisasi yang ‘lembut’. Maksudnya, dalam menjalankan organisasi sebaiknya jangan ‘grasa-grusu’. Ambil contoh dalam pengambilan keputusan. Ini harus dilakukan secara cermat dan terukur. Tak lupa juga wajib menyertakan keputusan kelompok-kelompok kerja.

Ketiga, organisasi layaknya komunitas. Di Jepang, karyawan dianggap sebagai mitra kerja yang senantiasa dihargai. Akibat dianggap demikian, mereka bisa bekerja di satu perusahaan seumur hidup mereka. Terlebih, manajemen bakal memberikan banyak peluang promosi dan kenaikan upah setiap tahunnya.

Ketiga ciri filosofi tersebut tentu bukan sebatas ide semata. Dalam praktiknya, Jepang benar-benar berhasil membuktikannya. Salah satu contoh saat terjadi akselerasi pertumbuhan ekonomi pasca-Perang Dunia II.

Perlu diketahui, masa-masa kelam itu membuat Negeri Matahari Terbit bangkrut. Akan tetapi, kebangkrutan itu terjadi hanya sebentar karena Jepang mampu bangkit dalam sekejap. Ekonom Robert J. Crawford menyebut salah satu resep rahasia kebangkitan itu adalah etos kerja dan kedisiplinan rakyat yang tertuang dalam filosofi organisasi.

Berkat resep itu, industri menggeliat dan pertumbuhan ekonomi pun meroket. Akibatnya, para ahli dibuat takjup dan menyebut itu semua sebagai keajaiban ekonomi. Tak heran, apabila Toyohiro Kono dalam risetnya menyebut keberhasilan ini membuat banyak organisasi atau perusahaan dunia mengadopsi cara-cara Jepang.

Di Indonesia terdapat J Trust Bank yang terintegrasi dengan salah satu grup ternama asal Jepang, yakni J. Trust Co., Ltd.

Sebagai catatan, J. Trust Co., Ltd. adalah penyedia jasa finansial dan non finansial komprehensif dengan pengalaman luas bisnis finansial di Jepang, Korea Selatan dan Asia Tenggara. Perusahaan hadir pertama kali di Indonesia pada 29 Mei 2015.

Akibat berasal dari Jepang, Anda tentu tidak meragukan lagi komitmennya.

J Trust Bank mengusung filosofi dan etos kerja ala Jepang yaitu kemampuan menciptakan ragam produk dan layanan perbankan yang inovatif dan solutif, sehingga bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat. Tentunya ini bukan teori semata, tetapi benar-benar dipraktekkan J Trust Bank.

J Trust Bank berkomitmen membahagiakan masyarakat Indonesia dengan memberikan pelayanan hebat dan ide-ide baru seputar produk keuangan inovatif.

Sebagai perwujudan langkah ini, J Trust Bank berupaya memastikan seluruh operasional melaksanakan prinsip-prinsip dasar yang harus dipatuhi internal, antara lain 1) Keterbukaan atau transparansi, 2) Akuntabilitas, 3) Tanggung Jawab, 4) Independensi, dan 5) Kewajaran.

Semua ini pada akhirnya mendukung penilaian tingkat kesehatan bank. Sejauh ini, J Trust Bank telah terbukti sehat sampai dianugerahi penghargaan.

J Trust Bank berhasil mencatatkan kinerja yang ciamik pada kuartal III 2023. Peningkatan kinerja Perseroan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2023 yang masih tinggi sebesar 4,94% yang didukung dari pertumbuhan kredit perbankan per September 2023 sebesar 8,96%.

Per 30 September 2023, J Trust Bank mencatat laba periode berjalan senilai Rp 111,34 miliar, meningkat 30,89% dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya senilai Rp 85,06 miliar.

Bahkan pencapaian laba pada kuartal III 2023 telah melampaui laba tahunan periode 2022 sebesar Rp 86,62 miliar. Hal ini menjadi suatu pencapaian yang luar biasa untuk Perseroan, selain itu Perseroan juga berhasil turnaround dengan membalikkan kerugian pada tahun 2021 sebesar Rp445,4 miliar menjadi laba pada tahun 2022 sebesar Rp86,62 miliar.

Dengan melihat komitmen dan pencapaian demikian, tentu Anda tidak perlu meragukan lagi J Trust Bank. https://frutangjeruk.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*