RI Segera Punya Pabrik Penghasil 50 Ton Emas, Ini Pemiliknya

Jakarta, CNBC Indonesia –¬†Indonesia saat ini dalam proses pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) atau pabrik tembaga yang juga bisa mengolah emas hingga 50 ton per tahun.

Smelter tembaga yang dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur tersebut dioperasikan oleh PT Freeport Indonesia (PTFI).

Berita mengenai pembangunan smelter milik Freeport Indonesia ini menjadi salah satu yang banyak peminatnya di kanal CNBC Indonesia. Maka, berita ini masuk ke dalam Big Stories CNBC Indonesia tahun 2023 ini. Simak ulasannya!

Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas mengatakan pembangunan smelter tembaga itu juga dibarengi dengan pembangunan precious metal refinery yang bisa ikut mengolah mineral mentah berharga lainnya seperti emas dan perak.

“Itu produk utama dari smelter dan precious metal refinery yang kami bangun saat ini,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia dalam program ‘Mining Zone’ beberapa waktu yang lalu.

Smelter yang diklaim sebagai smelter single line atau satu jalur terbesar di dunia ini diklaim mampu menyerap konsentrat tembaga sebanyak 1,7 juta ton per tahun. Kelak, produk katoda tembaga yang dihasilkan bisa mencapai 600 ribu ton per tahun.

Selain menghasilkan produk katoda tembaga, smelter ini nantinya akan menghasilkan produk sampingan diantaranya produk yang terkandung dalam lumpur anoda yakni emas dan perak murni sebanyak 6 ribu ton per tahun.

Produk sampingan lainnya yaitu asam sulfat sebanyak 1,5 juta ton per tahun, terak tembaga sebanyak 1,3 juta ton per tahun, dan gipsum sebanyak 150 ribu ton per tahun.

Serapan tenaga kerja di smelter anyar tersebut sebanyak 150 ribu pekerja, yang mana sebanyak 98% merupakan tenaga kerja Indonesia diantaranya pekerja lokal sebesar 50%.

Menghasilkan 50 Ton Emas

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan smelter yang saat ini sedang dibangun di KEK JIIPE Gresik, Jawa Timur, akan bisa mengekstrak emas hingga 50 ton per tahun.

“Jadi gini smelter yang kita buat sekarang di Gresik itu bisa mengekstrak 50 ton emas per tahun, saya ulangi 50 ton emas per tahun,” jelas Luhut.

Adapun Luhut juga menyinggung lama operasi dari Freeport itu sendiri di Indonesia yang terhitung sudah mencapai 60 tahun lamanya. Dengan begitu, Luhut memperhitungkan bahwa selama 60 tahun Freeport beroperasi di Indonesia bila dihitung dari penghasilan emas saja, sudah bisa membangun berbagai infrastruktur di seluruh Indonesia.

“Jadi kalau selama 60 tahun ini Freeport ada di Indonesia kan 60 (tahun) kali 50 (ton) kan, berapa, 3.000 ton kan. Kalau Rp 1 miliar (per) 1 kg (emas) berarti kan berapa tuh Rp 3.000 triliun, sama dengan US$ 250 miliar. Kalau US$ 250 miliar, kau sudah bikin banyak infrastruktur se republik ini, kemana itu barang? Itulah salah satu dampak hilirisasi,” bongkar Luhut.

Belum lagi, smelter yang akan beroperasi itu bisa menghasilkan berbagai jenis hasil hilirisasi tambang lainnya. “Itu bau satu layer, satu lapisan. Lapisan berikutnya seperti copper foil, itu baru 100 ton dari 600 ton yang berproduksi, yang 500 ton lagi itu kita bisa bikin macam-macam lagi,” tandasnya.

Progress Pembangunan

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pihaknya mengapresiasi PTFI yang telah menyelesaikan pembangunan smelter ini lebih dari 80% per akhir Oktober 2023. Menurutnya, ini sesuai dengan target linimasa kurva-S dari pemerintah.

Dia pun menyebut, proyek smelter PTFI sangat fundamental untuk meningkatkan daya saing Indonesia, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor beberapa material utama untuk ekonomi Indonesia.

“PTFI salah satu perusahaan yang memberikan kontribusi terbesar ke negara, dalam bentuk pajak, royalti. Kita ingin produksi Freeport baik di hulunya, maupun nanti di smelternya benarbenar bisa sesuai harapan, termasuk juga emas dan logam mulia lainnya,” kata Kartika saat melakukan kunjungan kerja ke proyek smelter Freeport di JIIPE, Gresik, Kamis (09/11/2023).

Dalam pembangunan smelter kedua ini, PTFI telah menanamkan investasi hingga US$ 2,9 miliar atau setara Rp 43 triliun per akhir Oktober 2023, dari total anggaran US$ 3 miliar. https://tehmasnisdingin.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*