Urgensi Literasi Keuangan di RI dan Strategi Mencapainya

Jakarta, CNBC Indonesia –¬†Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan angka literasi keuangan mencapai 65% dan inklusi keuangan 93% pada 2027 mendatang. Harapannya, gap antara inklusi keuangan dan literasinya akan semakin mengecil di masa depan. Sayangnya, hingga 2022, indeks literasi keuangan sebesar 49,6% dan inklusi keuangan 85,1%, sehingga gapnya masih cukup banyak.

Untuk mencapai hal ini, OJK menggandeng banyak stakeholder mulai dari perbankan hingga financial technology (fintech) yang kini berkembang pesat. Salah satu platform keuangan digital yang konsisten meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yakni Akulaku Group.

Berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan di tanah air. Akulaku juga membangun kemitraan yang lebih erat dengan berbagai institusi pendidikan dan komunitas, untuk mempercepat literasi.

Chief Financial Officer Akulaku Group Fan Zhang mengatakan berbagai langkah ini dilakukan dalam upaya mendorong peningkatan pemahaman finansial di kalangan masyarakat. Selain itu, Fan Zhang mengungkapkan perkembangan era digital yang dengan pesat, terus menghadirkan inovasi baru sehingga literasi keuangan pun menjadi sebuah urgensi.

“Literasi keuangan yang baik merupakan salah satu fundamental yang dibutuhkan agar masyarakat dapat mengambil keputusan finansial yang bijak. Dengan meningkatkan pemahaman finansial, kami ingin membantu memberdayakan masyarakat agar dapat mengelola dan merencanakan keuangan pribadinya dengan bijak dan efektif,” ungkap Fan Zhang dalam keterangan resmi, Kamis (28/12/2023).

Akulaku Group juga berencana untuk terus menggulirkan inisiatif program literasi keuangan dari berbagai entitas bisnisnya dengan berkolaborasi dengan berbagai komunitas dan institusi pendidikan.

Dengan menyertakan keterlibatan dari berbagai pihak terkait, termasuk institusi pendidikan, komunitas, serta pemerintah, Akulaku Group optimistis dapat memberikan kontribusi yang nyata untuk memberikan dampak positif dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

“Kami percaya bahwa sinergi yang erat dengan komunitas dan institusi pendidikan adalah pondasi utama dalam upaya memajukan literasi keuangan di masyarakat. Ini adalah perjalanan bersama untuk membentuk masyarakat yang lebih cerdas dan bijak secara finansial di masa depan,” jelas dia.

Tidak berhenti di situ, Akulaku Group berkomitmen untuk memperluas cakupan program literasi keuangan dari berbagai entitas bisnisnya. Hal ini dilakukan agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari dedikasi tersebut, Akulaku Group juga akan memfokuskan inisiatif itu kepada sejumlah kelompok komunitas. Meliputi usia remaja, usaha mikro, dan perempuan.

“Akulaku Group menyadari kebutuhan unik dari berbagai demografi. Dengan pendekatan strategis yang kami lakukan, kami berharap dapat memberikan dampak positif lebih besar,” ujar Fan.

Fan mengungkapkan bahwa Akulaku Group memiliki visi untuk terus memperluas penetrasi layanan keuangan digital ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk yang selama ini belum terjangkau oleh layanan keuangan formal. Menurut dia, hal ini karena setiap individu berhak untuk memperoleh akses ke layanan keuangan yang memadai.

“Dengan demikian, Akulaku Group berharap dapat berkontribusi mewujudkan visi tersebut dan memberikan dampak positif dengan berkolaborasi bersama pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, sektor swasta, serta berbagai komunitas. Kami percaya bahwa dengan melibatkan komunitas, kami dapat menciptakan program literasi keuangan yang lebih relevan dan bermanfaat bagi semua,” pungkas dia. https://kesulitanitu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*