Dubes RI Husin Bagis Kasih Sertifikat Apresiasi Ke 11 Perusahaan UEA

Dubes Husin Bagis (berdiri) berpidato di Gedung ITPC Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (15/2/2024). (Foto: KBRI Dubai)
Dubes Husin Bagis (berdiri) berpidato di Gedung ITPC Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (15/2/2024). (Foto: KBRI Dubai)

RM.id  Rakyat Merdeka – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan apresiasi kepada 11 perusahaan atas dedikasinya dalam mendatangkan produk Indonesia ke Uni Emirat Arab (UEA). Apresiasi ini diwujudkan dalam bentuk sertifikat yang diserahkan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk UEA Husin Bagis di Dubai, UEA, Kamis, (15/2/2024).

Kesebelas importir tersebut ini sekaligus menjadi kandidat penerima Primaduta Award 2023. Perusahaan tersebut adalah Bafleh Jewellry, Sama Al-Ain General Trading, Al Yousuf Electronics, Molvizadah Sons General Trading, Tarab Trading, Hashemizadeh Trading, Rasti Lari General Trading, Thangam Jewel, Lulu Group of Company, Rotana Hotel Management Corporation dan Emirates Fast Food Company.

“Sertifikat kandidat Penghargaan Prima Duta ini diharapkan dapat meningkatkan semangat perusahaan Uni Emirat Arab untuk terus melakukan impor produk dari Indonesia,” ucap Dubes Husin, di gedung Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Dubai.

Penyerahan sertifikat tersebut didampingi Konsulat Jenderal RI di Dubai, K. Candra Negara dan Kepala ITPC Dubai, Muhammad Khomaini.

Prima Duta Award merupakan penghargaan dari Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perdagangan, kepada buyer atau importir yang telah secara konsisten melakukan impor barangbarang Indonesia dan mendukung peningkatan ekspor Indonesia.

Lebih lanjut, Dubes Husin juga berharap, implementasi Indonesia-United Arab Emirate Comprehensive Partnership Agreement (IUAE-CEPA), sejak 1 September 2023, semakin membuka peluang produk Indonesia memasuki pasar negara kaya minyak dan gas itu. Dubes Husin juga mengundang perusahaan UEA untuk mengikuti Trade Expo Indonesia ke-39 pada Oktober 2024.

Produk andalan ekspor Indonesia ke UEA, yaitu barang perhiasan dan bagiannya, minyak sawit dan turunannya, kendaraan bermotor, apparatus (peralatan) elektronik untuk telepon seluler dan peralatan penerimaan untuk televisi. Sementara impor utama Indonesia dari UEA adalah setengah jadi besi atau baja, aluminium tidak ditempa, emas, sulfur, dan polimer propilena.https://mantrasungokong.com/wp-admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*